[1st FF] SURPRISE ?!
Main cast : – Kim Jong Woon / Yesung

22 Agustus 2010, 13:24:55
@Pov Sungmi
Siang ini aku akan menghadiri pernikahannya Teuki oppa dengan Hyun Hyo onnie di sebuah hotel mewah tepat dipusat kota Seoul. Aku sedang berada diperjalanan menuju hotel itu, disebelahku ada Yesung yang sedang menyetir dengan senyuman yang melebar sedari tadi.
“Ya..Yesungie..kenapa dari tadi kau tersenyum terus? Kau sedang konslet?”. Ujarku yang langsung dibalas jitakan oleh Yesung. Aku sedikit meringis dan mengusap-ngusap kepalaku. “Sakit..”.
“Teuki hyung kan akan menikah, makannya aku senyum terus”. Kata Yesung tanpa menoleh kearahku.
“Dia yang menikah kenapa kamu yang konslet?”. PLLEETTaaAAkk..sekarang buku sudah jatuh keatas kepalaku.
“Ya..Yesungie..kau jahat..”. Ucapku sembari pura-pura ingin menangis. Wajah Yesung berubah khawatir.
“Ya..ya..Sungmi..jangan membuat wajah seperti itu, lagian..memangnya aku toilet apa..konslet..konslet..”.
“Itu kloset Kim JongWoon !”. Dukk..aku menepuk pelan dahiku sendiri . Aduh..dia memang benar-benar sedang konslet sepertinya. “Otakmu bergeser bukan?”. Kataku santai. Dia tidak menjawab malah pura-pura serius memandang jalan didepannya. Aku menghela nafas sabar. Inilah salah satu kelakuan aneh Yesung. Suka tiba-tiba serius, pura-pura gak denger orang ngomong. Dan aku sudah terbiasa dengan sifat-nya ini. Malah terkadang aku suka. *author gila..suka orang aneh*
End pov
“Chukae..Teukie oppa..Hyun onnie..semoga pernikahannya abadi sampai tua”. Ujar Sungmi senang.
“Gomawo Sungmi..”. Balas Hyun dengan senyum manisnya.
“Teuki hyung..ckckck..kau memang hebat..pantesan menghilang terus kalau lagi latihan. Ternyata..ckckck”. Ucap Yesung seraya menggeleng. “Tapi..chukae ya Hyung..semoga cepat punya anak”. Kata Yesung.
“Gomawo Yesung…gomawo Sungmi ..kapan kalian akan menyusul?”. Kata Teuki. Wajah Sungmi langsung memerah.
Yesung melirik kearah Sungmi yang ada disebelahnya. “Besok aja yuk Sungmi”. Ujar Yesung. Sungmi hanya melotot dan mengacungkan tangannya yang terkepal kearah Yesung. Teuki dan Hyun tertawa kecil melihat tingkah Sungmi.
“Dia tidak mau hyung..sepertinya menyusulnya nanti-nanti saja. Aku tidak mau lebam-lebam besok”. Kata Yesung.
“Lagian..siapa juga yang nyuruh nyusulnya besok ..aduh..Sungmi-ssi, kekasihmu bertambah aneh”. Ucap Teuki.
“Aku juga sedari tadi bingung, sepertinya otaknya bergeser. Aku harus memeriksanya ke dokter nanti”. Ujar Sungmi . Yesung lagi-lagi pura-pura berwajah serius dan pura-pura tidak mendengar orang bicara.
“Yesung..Sungmi..kami harus keliling dulu sekarang..kami pergi dulu ya..annyeong..”. Ucap Hyun Onnie seraya pergi dan melambaikan tangan. Sungmi balas melambai dan sedikit membungkukan badanya sopan.
“Hah~ mereka serasi sekali”. Ujar Sungmi lalu memeluk tangan Yesung yg lumayan berotot itu.
“Kau ingin menikah juga?”. Tanya Yesung, Sungmi membulatkan matanya .
“Anio..anio..belum waktunya”. Jawab Sungmi. Namun dalam hati kecilnya dia ingin juga merasakan memakai gaun dan berdiri diatas altar bersama Yesung.
“Baiklah..aku akan menunggu, sampai kau siap”. Ujar Yesung seraya mengacak-ngacak rambut Sungmi lembut.
^_^ ^_^
23 Agustus 2010, 11:00:13
@POV Sungmi
Hari ini aku akan pergi ke taman bermain bersama Yesung tentunya. Kami akan menghabiskan hari ini dengan bermain disana. Pasti akan menyenangkan. Sudah lama aku tidak kesana. Aku akan membeli gulali dan menaiki bianglala. Semoga hari ini taman bermainnya tidak ramai.
End pov
Sungmi berdiri diteras rumahnya menunggu kedatangan Yesung untuk menjemputnya. Sungmi terlihat senang ketika mobil hitam yang biasa dilihatnya sudah muncul dan berhenti tepat didepan pagar rumahnya. Sungmi berlari kecil menuju pagar dan masuk kedalam mobil. “Aku telat?”. Tanya Yesung yang hari ini terlihat begitu tampan dengan kemeja kotak-kotak biru merah dan tangan kemejanya digulung sampai sikut. Tidak lupa Yesung memakai kacamata hitam dan topi pemberian Sungmi saat tahun baru kemarin, untuk menyamar agar tidak terlihat oleh fans. *author meleleh liat Yesung yg setampan itu*
“Anio..kau datang tepat waktu. Ayo kita jalan”. Ujar Sungmi semangat. Yesung pun menancap gas dalam-dalam.
——————————————————————————————————————————————————–
“Kau mau naik wahana apa dulu?”. Tanya Yesung ketika mereka baru saja memasuki taman bermain.
“Aku mau naik itu dulu saja, kita pemanasan”. Jawab Sungmi menunjuk kearah roller coster yang dipeuhi dengan
teriakan-teriakan. Yesung menelan air liurnya dan menatap cemas kearah roller coster .
“Kau yakin? Pemanasan itu dimulai dari yang pelan-pelan dulu, bukan yang seperti ini”. Ujar Yesung mencoba mencari alasan. Sungmi menggeleng lalu menarik tangan Yesung menuju pintu masuk roller coster. Dengan pasrah Yesung menuruti permintaan kekasihnya itu dengan lapang dada. *inilah tipikal kekasih baik hati. Hahaha :D*
Tidak perlu menunggu lama, mereka siap untuk meluncur dengan kereta roller coster yang dicat kuning biru itu.
“Yesungie..kau siap?”. CeEsss..kereta akan siap meluncur. Sungmi terlihat senang sedangkan Yesung masih cemas.
——————————————————————————————————————————————————–
“Ah~keren..aku tidak pernah bosan menaiki wahana ini. Aku bisa teriak sepuasnya tanpa ada yang memarahiku”. Ujar Sungmi ketika mereka baru saja selesai menaiki wahana roller coster. “Apa kau takut Yesung?”. Tanya Sungmi menggoda. Yesung menggeleng. “Aku tidak takut. Ayo kita cari wahan lainnya”. Ajak Yesung.
“Aku ingin membeli gulali yang itu”. Tunjuk Sungmi pada toko yang memampang gulali berwarna-warni .
“Ayo..”. Yesung menggenggam tangan Sungmi erat dan mengajaknya ke toko gulali itu.
“Ahjumma, gulali kapasnya satu”. Pinta Yesung pada penjual gulali itu.
“Ne..mau warna apa?”. Tanya ahjumma penjual gulali.
“Aku mau yang putih saja”. Ujar Sungmi. Lalu ahjumma itu mengambil gulali kapas putih dan memberikannya pada Sungmi. Sungmi tersenyum menatap gulali-nya .
“Ini ahjumma. Gamsahamnida”. Ujar Yesung sembari menyerahkan selembar uang pada ahjumma itu.
“Cheonmaneyo..”. Jawab ahjumma itu dengan ramah.
“Yesungie..kenapa hanya membeli satu gulali? Kau tidak mau ?”. Tawar Sungmi.
“Kita makan berdua saja biar romantis”. Kata Yesung lalu tertawa kecil.
“Shiruh..ini hanya untukku”. Ucap Sungmi lalu menjulurkan lidahnya.
“Ya..kau pelit sekali..kan biar romantis. Makannya berdua saja ya ya ya”. Tangan Yesung ingin mengambil gulalinya namun di tepis oleh Sungmi, “Aku tidak mau”. Kata Sungmi lalu menjauhkan gulalinya dari hadapan Yesung.
“Ya..kau ini pelit sekali sih. Aku mau..”. Yesung mulai menjangkau lagi gulalinya dari tangan Sungmi.
“Ih Yesung.. Andwae..”. Mereka mulai berebut gulali yang hanya ada satu. Sungmi tetap menjauhkan gulalinya dari tangan Yesung. Dan Yesung mulai menyerah. “Ya sudah..aku mengalah. Kita naik wahana lainnya saja,palli”.
Gumam Yesung lalu menarik tangan Sungmi. “Ya..ya..ya..Yesungie..aku hanya bercanda..ini aku beri gulalinya”. Ujar Sungmi seraya menjulurkan gulalinya kearah wajah Yesung. “Aku tidak mau..”. Jawab Yesung.
“Ayo makan..makan..aa..aa..”. Sungmi menyuapi gulali yang ada ditangannya kearah Yesung.
“Gak mau..udah ah ayo kita naik bianglala saja”. Kata Yesung seraya menggiring Sungmi untuk masuk ke arah pintu masuk wahana bianglala.
——————————————————————————————————————————————————–
“Hah~ aku jadi teringat pernikahan Teuki oppa kemarin, mereka benar-benar serasi. Aku iri jadinya”. Kata Sungmi. Sekarang mereka sudah ada didalam bianglala. Hanya berdua.
“Kau ingin menikah juga?”. Tanya Yesung.
“Ne..”. Ucap Sungmi spontan. Sungmi tersadar dengan apa yang diucapkannya tadi. Dia lalu menutup mulutmya dengan kedua tangannya dan menggeleng-gelengkan kepala. “Anio..anio..aku hanya bercanda”. Kata Sungmi.
“Kau ingin menikah? Jinca? Kau serius?”. Tanya Yesung dengan ekspresi wajah kaget.
“Anio..aku tadi hanya bercanda..jangan dibuat serius..”. Sangkal Sungmi dengan wajah memerah.
“Kamu mau punya anak berapa nanti?”. Pertanyaan Yesung membuat semburat merah dikedua pipi Sungmi.
“Ya! Yesungie..sudah ku bilang, itu hanya bercanda”. Lagi-lagi Sungmi menyangkal.
“Aku mau punya anak tiga aja deh, dua namja satu yeoja. Setuju?”. Yesung mulai berbicara ngawur.
“Yesung..AKU HANYA BERCANDA..”. Sungmi mengelak untuk yang kesekian kalinya, namun Yesung tidak peduli.
——————————————————————————————————————————————————–
“Aku lapar..kau lapar tidak?”. Tanya Yesung pada Sungmi.
“Ne..aku juga lapar..”. Jawab Sungmi lemas, karena habis berteriak keras saat dibianglala tadi.
“Lemas sekali..kau benar-benar kelaparan ya Sungmi-ssi. Salah sendiri tadi teriak-teriak di bianglala”.
“Ikh~ sudah tidak usah dibahas yang tadi. Mau makan dimana nih?”.
“Hehe..jangan ngambek gitu dong..senyum..”.
“Ya! Yesungie..aku sudah lapar, jangan bercanda”.
“Ne..ne..ne..itu disana ada restoran, kita kesana saja ya”.
“Terserah”.
Mereka akhirnya berjalan menuju restoran makanan seafood yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi. Yesung menggenggam tangan Sungmi erat sampai mereka tiba direstoran seafood itu.
“Annyeong..Myeot bunisijiyo?”.¹.Sapa seorang pelayan ramah.
“Du buni-eyo”.².Jawab Yesung singkat. Pelayan itu pun menggiring Yesung dan Sungmi ke meja yang kosong dipojok ruangan dekat dengan jendela besar yang biasanya jadi tempat ternyaman pengunjung restoran ini.
“Mwol deurilkayo?”.³. Tanya si pelayan seraya mengeluarkan kertas dan pulpen dari saku bajunya.
“Sungmi..kau mau makan apa?”. Tanya Yesung sembari membuka-buka buku menu.
“Aku mau maeun-tang saja, kalau kau?”. Ujar Sungmi lalu menutup buku menunya.
“Emm..jeonbok juk hago maeun-tang han geuret juseyo”.⁴.Kata Yesung lalu menyerahkan buku menunya ke si pelayan itu. “Minumnya?”. Tanya si pelayan lagi.
“Bingsu saja”. Jawab Sungmi dan dibalas anggukkan Yesung.
“Ne..pesanan akan segera diantar”. Kata si pelayan lalu membungkuk sopan.
Yesung dan Sungmi terdiam saat si pelayan tadi pergi. Mereka membisu sesaat, mungkin sudah kehabisan bahan obrolan. Jari-jari mungil Yesung tidak hentinya mengetuk-ngetuk meja. Dan Sungmi bertopang dagu menatap kearah jendela restoran yang tembus pandang kearah sebuah toko pernak-pernik.
“Sungmi-ssi..”.
“Ne..wae?”.
“Besok aku ulang tahun loh..”. *promosi*
“Oh, Geuraeyo ? Kau mau hadiah apa ?”.
“Kau sudah lupa hari ulang tahunku ya..”.
“Anio~ aku ingat..24 Agustus..masa aku lupa sih. Kau mau hadiah apa, cepat katakan”.
“Emm..apa ya? Ah~ besok kita piknik saja, bagaimana?”.
“Piknik? Hanya itu hadiah untukmu? Kau tidak mau yang lain?”.
“Aku mau kau memasakkan bekal piknik kita nanti, harus kau yang memasak. Setuju?”.
“Ne..setuju..itu sih gampang”.
“Aku mau gimbap dan jumukbap, aku ingin makan itu besok”.
“Baiklah..baiklah..aku akan buatkan untukmu besok. Mau jemput aku jam berapa?”.
“Emm..jam 9.15 saja, jangan telat”.
“Ne..ne..arraseo”.
Saat mereka sedang asyik membicarakan rencana piknik besok, si pelayan sudah datang dengan membawa pesanan mereka. “Ini pesanannya..”, Ujar si pelayan lalu meletakkan semua pesanan dimeja.
“Gomawo”. Ujar Sungmi ramah.
“Ne..jal meokkesseumnida”.⁵. Jawab si pelayan itu lalu membungkuk sopan dan pergi.
“Ahhh~ aku sudah lapar..ayo makan..eumm~”. Kata Yesung seraya menjempit makanannya dengan sumpit.
“Pelan-pelan..”. Ujar Sungmi lalu tersenyum melihat tingkah Yesung.
*********************************************************************************************
¹ Halo..berapa orang?
² Dua orang.
³ Mau pesan apa?
⁴ .tolong minta jeonbok juk dan maeun-tang satu porsi.
⁵ Iya..selamat makan.
-maeun-tang : sup ikan panas pedas
-jeonbok juk : bubur abalone
-bingsu : sepihan es dengan sirup
-gimbap : nasi di bungkus ganggang laut
-jumukbap : bola nasi
********************************************************************************************************
24 Agustus 2010, 09:01:00
Tin..tin..tin..
Suara klakson mobil Yesung sudah berbunyi tiga kali didepan rumah Sungmi. Dan saat Yesung akan memencet klaksonnya lagi, pintu depan rumah terbuka dan keluarlah sosok Sungmi dengan memakai t-shirt putih ,celana jeans abu, dan tangan kirinya menggenggam sebuah tas piknik yang didalamnya tentunya makanan pesanan Yesung kemarin. Sungmi melambai kearah Yesung yang sedang duduk didepan kemudi. Lalu Sungmi berlari kecil kearah mobil Yesung. “Annyeong..”. Ujar Sungmi riang. Lalu dia membuka pintu mobil dan masuk.
“Wahh~ kau sudah memasak pesananku kemarin bukan?”. Tanya Yesung seraya melirik tas piknik Sungmi.
“Emm..tentu..ayo kita pergi”. Kata Sungmi sambil melebarkan senyum manisnya. Yesung membalas tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut Sungmi seraya menancap gas.
“Kita sudah sampai”. Kata Yesung saat mobilnya sudah berada didepan parkiran Taman Nasional Busan.
“Wahh~ lumayan ramai ya..”. Gumam Sungmi.
“Ayo keluar..”. Ajak Yesung seraya membuka pintu mobilnya.
“A, Yesungie..aku lupa bawa air minum!”. Ujar Sungmi lalu menepuk dahinya.
“Ya sudah, aku beli dulu sebentar di mini market sebrang sana. Kau jangan kemana-mana..Arraseo?”.
“Ne..ppaliwa..”. Kata Sungmi. Saat Yesung bergegas keluar gerbang taman, Sungmi buru-buru meraih ponselnya dan menelpon seseorang. “Oppa..dia sudah pergi..emm..kita mulai”. Bisik Sungmi pada orang di ujung telpon sana.
@pov yesung
Aku berjalan menuju rak-rak tempat air mineral berada, mengambil dua botol air mineral ukuran sedang dan membawanya kekasir untuk dibayar. Saat akan mengeluarkan dompet dari saku celanaku, tibs-tiba saja dompet itu raib entah kemana. Ah~ sepertinya tadi aku menaruhnya di dashboard mobil. Aku mengambil ponselku lalu menelpon Sungmi untuk mengantarkan dompetku.
“Yeoboseyo..Sungmi-ssi, dompetku tertinggal, tolong ambilkan di dashboard mobil”. Kataku lalu mematikan hubungan telpon. “Ahjumma..dompetku tertinggal, aku akan keluar sebentar, belanjaan ini simpan dulu”. Ujarku lalu bergegas keluar mini market untuk menemui Sungmi. Ah~ ada-ada saja, dompet sampai ketinggalan segala.
Aku melihat Sungmi diujung jalan sana, aku melambai memberi isyarat agar dia menyebrang. Sungmi mengangguk lalu berjalan menuju tempatku berdiri.
END POV
Tinn..Tin..Tin..
“SUNGMI .. AWAS!!!”.
“Aaaaaaa……”. BukkkkKKK.. Sungmi tertabrak sebuah mobil yang melintas saat dia akan menyebrang. Yesung yang ada diujung jalan sana menatap kaget kejadian yang terasa cepat itu, lalu dia berlari untuk menyelamatkan Sungmi yang masih tergeletak ditengah jalan. “SUNGMI!”. Yesung terus berteriak memanggil nama Sungmi. Diangkatnya tubuh kekasihnya yang penuh dengan darah yang keluar dari hidung dan mulutnya itu, lalu digendongnya sampai kedalam mobil. Tidak ada yang menolong, karena jalanan sepi, hampir tidak ada orang. Mobil yang menabrak Sungmi sudah lolos melarikan diri. Yesung menjalankan mobilnya dengan cepat. Sungmi harus segera dibawa kerumah sakit. “Sungmi..bertahanlah jagi..jebal”. Ujar Yesung sembari mengemudi .
Saat sesampainya di rumah sakit..
“Sungmi-ah..bangunlah..kumohon bangun..”. Ujar Yesung dengan suara yang parau . Tidak ada jawaban sama sekali dari Sungmi, hanya sebuah mesin pendeteksi detak jantung yang menemani Yesung sekarang.
“Sungmi-ah, bangun..bangun..”. Yesung terus berkata seperti itu ratusan kali. Namun Sungmi tetap tertidur diatas ranjanng rumah sakit tanpa bergerak sedikitpun. Yesung lalu menggenggam tangan Sungmi lembut dan mengusap punggung tangan Sungmi perlahan. “Hari ini aku ulang tahun Sungmi-ah, kau bahkan belum mengucapkan selamat ulang tahun untukku, dan aku juga belum mencicipi makanan yang kau buat untukku. Jadi..masih banyak yang harus kita lakukan bersama-sama, bangunlah Sungmi-ah..bangun..”. Ujar Yesung. Air mata Yesung perlahan turun setitik demi setitk. Isakan mulai terdengar dari bibir Yesung. “Sungmi-ah , BANGUN..BANGUN..”. Teriak Yesung.
Tok..tok..tok..
“Masuk..”. Ucap Yesung lemah.
“A, Yesung…bagaimana keadaan Sungmi? Apa yang sebenarnya terjadi?”. Ujar kakak Sungmi panik.
“Sungmin..mianhae..aku tidak bisa menjaga Sungmi dengan baik..mianhae..”. Gumam Yesung lalu membungkuk beberapa kali dihadapan Sungmin. Sungmin tidak mempedulikan Yesung, dia lalu menatap adik semata wayangnya yang tidur terdiam dengan beberapa selang ditubuhnya. “Sungmi..dongsaeng..kau baik-baik saja? Bangunlah..”. Kata Sungmin lalu menangis menatap adiknya itu.“Aku keluar dulu, mau menemui dokter”. Ujar Sungmin lalu pergi.
Yesung hanya menunduk merasa bersalah, setelah Sungmin benar-benar sudah pergi, Yesung ,menghampiri Sungmi lagi. Dan duduk disebelahnya. “Jagi..kau bisa mendengarku?”. Gumam Yesung seraya tersenyum.
“Sungmi…bangun..lihatlah ini..”. Yesung merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak kecil yang berisikan cincin dua pasang. “..lihat..kau ingin menikah bukan? Bersamaku?..”.Yesung menyapu air matanya yang menetes.
”..hari ini aku mau melamarmu, hari ini..saat aku ulang tahun..kau senang? Aku sampai gugup, semalaman tidak bisa tidur karena ingin melamarmu. Aku takut kau malah menolak. Tapi aku yakin kau pasti mau menerima lamaranku kan? Bangunlah Sungmi..jangan diam saja..bangun..”. Gumam Yesung.
“..sini..aku akan pakaikan cincinnya..”. Ujar Yesung, lalu memasukkan cincin ke jari manis Sungmi. Tapi..tetap saja Sungmi tidak merespon apa-apa. “..tanganmu jadi indah..kau pantas memakai ini, sungguh..”. Kata Yesung lalu mencium punggung tangan Sungmi lembut. Tepat saat itu..mesin pendeteksi detak jantung berubah bentuk yang sebelumnya zig-zag menjadi garis lurus seperti tidak ada ujung. Yesung melihat kearah mesin itu dan membulatkan matanya. Tangisan mulai pecah. Yesung memeluk Sungmi dan terus berteriak memanggil nama Sungmi.
“Sungmi-ah…bangun..jangan tinggalkan aku..SUNGMI…!!”.
“Saengil chukaehamnida..saengil chukaehamnida…”.
Yesung berhenti berteriak dan melepaskan pelukannya dengan Sungmi.
“Kau sudah sadar? Kau..”. Yesung mengkerutkan kening bingung.
“Hahahhaa…surprise!!!”. Ujar Sungmi lalu tertawa terpingkal.
“Oh..kau..pura-pura..jadi? tadi.. itu semua…bohongan?”.
“Ne..mianhae Yesungie..aku mengerjaimu..saengil chukae jagiya..”. Sungmi merentangkan tangannya hendak memeluk Yesung, namun tangan Sungmi di tepis Yesung keras.
“Ini gak lucu Sungmi..sama sekali gak lucu..kau..kau tau tidak aku benar-benar khawatir tadi..aku benar-benar khawatir! Aku benar-benar shock, aku hampir gila”. Sentak Yesung pada Sungmi.
“Yesung..mianhae~ aku hanya ingin memberi surprise..maafkan aku..”.
“Ide siapa ini hah? Aku sama sekali gak abis pikir, keterlaluan tau gak..”.
“Yesung..aku..aku..”.
“Stop..gak usah ngomong lagi”. Yesung lalu bergegas pergi dari ruangan. Wajahnya benar-benar kecewa.
“Yesungie~ mianhae..mianhae..”. Sungmi menangis menyesal.
“Sungmi! Yesung kok..?”. Sungmin tiba-tiba masuk . “Loh..kenapa nangis?”. Tanya Sungmin bingung.
“Dia marah oppa..dia marah..ottokhe?”.
“Hah? Marah?”.
“Ne..dia marah..aku sudah keterlaluan..aku benar-benar membuatnya begitu khawatir”.
“Sungmi..sudah sudah..jangan menangis..sekarang, kejar saja dia, ajak bicara”.
“Aku takut..”.
“Tenanglah..mungkin dia masih shock..temui dia, bicaralah dengannya”.
“Ne..baiklah..”.
Sungmi lalu mengejar Yesung yang entah lari kemana. Sungmi menelusuri setiap lorong rumah sakit. Nihil..sama sekali tidak ketemu. Sungmi mulai pasrah. “Yesung..kau dimana?”. Bisik Sungmi.
Saat Sungmi melewati taman rumah sakit, dia menemukan Yesung yang sedang duduk sendiri dibangku taman. Sungmi menghampirinya dengan rasa takut yang masih menjalar ditubuhnya.
“Yesungie~”.
“…”.
Sungmi ikut duduk disebelah Yesung. “Yesungie~ mianhae..aku tidak tau kalau akhirnya akan seperti ini, mianhae”.
“Kau kira ini bagus untuk dijadikan lelucon ha? Aku hampir jantungan melihatmu tertabrak tadi..”.
“Ne..ne..mianhae..aku menyesal..aku hanya ingin membuat surprise untukmu”.
“Tapi gak gini caranya..”.
“Ne..aku menyesal..maafkan aku, sudah ya jangan marah lagi”. Yesung menggeleng.
“Yesungie..aku minta maaf..maafkan aku..ku mohon jangan marah lagi”.
“…”.
“Yesung..jangan diam terus..jawab..jawab..maafkan aku”.
“…”.
“Yesung..mianhae..mianhae..aku benar-benar menyesal”.
“…”.
Yesung sama sekali tidak berbicara sedikit pun. Sungmi mulai menangis. Dia menunduk merasa lelah meminta maaf pada Yesung. Karena tidak direspon sama sekali, Sungmi menangis keras. Cara ampuh menaklukan Yesung.
“Hahahahaha..satu sama..kau kira aku tidak bisa berakting ha?”. Ujar Yesung seraya tertawa keras.
“Ya! Kau pura-pura ? Ikh~ Yesungie..kau jahat”. Kata Sungmi lalu memukul – mukul tubuh Yesung.
“Hey..hey..kau lebih jahat, aktingmu benar-benar total. Ide siapa itu?”.
“Ide-ku..dibantu Sungmin oppa”.
“Ya..jadi kau sekongkol dengan kakakmu itu? Jangan-jangan yang menabrak kamu barusan Sungmin lagi?!”.
“Iya, tadi Sungmin oppa yang menabrakku, aku hebat kan”.
“Darah-darahnya pura-pura juga?”.
“Iya..Sungmin oppa ngasih aku darah-darahan itu, dia dapet dari tempat syutingnya”.
“Ck~ kalian bener-bener ya..aku khawatir tau gak. Pabo…”.
“Salah sendiri, mudah dibohongi”.
“Kau juga mudah dibohongi..buktinya tadi..”.
“Ya! Lupakan..sudah lupakan saja semuanya”.
“Hahahaha..tukang tipu kena tipu”.
Yesung tertawa keras dan Sungmi hanya memajukan bibirnya dongkol. Sungmi lalu teringat akan cincin yang dia kenakan. “Ini..maksudnya apa ?”. Tanya Sungmi mengangkat jari manisnya. Yesung berhenti tertawa.
“Itu..itu..aku gak tau, kamu nanya apaan sih, aku gak ngerti”. Yesung pura-pura mengalihkan pembicaraan.
“Ya ! Yesungie..maksudmu tadi mau melamarku, apa itu? Ayo bicara sekarang”.
“A-aku..”. Yesung tiba-tiba kehilangan kata-kata karena gugup.
“Gugup ya, haha, semaleman gak tidur?”. Goda Sungmi.
“Hey..Sungmi-ah tidak usah menggodaku”
“Lalu ?”.
“Apanya yang lalu?”.
“Katanya mau melamar aku, ayo sekarang..aku mau dengar”.
“Anio..gak jadi”.
“Kok gitu sih..cih~ baiklah, aku pergi!”.
“Eh..eh..mau kemana?”.
“Pulang!”.
“Ne..ne..ne..aku akan melamarmu”.
Yesung menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Yesung gugup.
“Ehem..Pyohngsaeng gyuhte isseulge..i do..nuhl saranghaneun guhl..i do..nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh..i do..nuhreul jikyuhjulge..i do..Nawa gyuhrhonhaejullae..i do..Sungmi-ah..menikahlah denganku. Do you want?”.
“Yesung~”. Sungmi tercengang melihat perlakuan Yesung padanya. Suaranya..benar-benar membuat jantung Sungmi terhenti. Yesung tersenyum melihat ekspresi wajah Sungmi. *author benar-benar kekelepekkan*
“Jadi?”.
“Heu~ kau sudah memakaikan cincinnya dijariku, terpaksa, aku menerimanya”.
“Ya! Kalau cincinnya tadi tidak aku pakaikan, memang kau tidak mau menerimaku?”.
“Aku pikir-pikir..mungkin tidak”.
“Ya! Sungmi-ah..lihat pembalasanku”.
Ya..selesai..hahaha…ini FF special buat Yesung oppa yang pas tanggal 24 Agustus kemaren ulang tahun.
Senangnya..Yesung ulang tahun. *reader : kan yang ultah si Yesung nape elu yg girang? *
Jangan pernah bosen comment ya. *yang ada bosen bacanya, bukan commentnya, PLAAAKKK*
^^v annyeong~ ketemu lagi di FF selanjutnya.