[21th FF] MY WEDDING WITH YOU (LAST CHAPTER)

22 Komentar

Main cast :

-Choi Minho

-Lee Minra

Genre : Romance .

===================================================================================================

“Sudah ? Tidak ada yang tertinggal?”. Tanya Minho lalu menutup sleting koper miliknya.

“Tidak ada..semua sudah aku masukkan ke koper, ha~ kita kembali ke Seoul”.

Sejujurnya aku tidak mau kembali lagi ke Seoul, cuaca di sini sedang mendukung.

“Jangan bersedih seperti itu, hahahaha aku senang kembali ke Seoul”. Ujar Minho sembari mengangkat koperku dan kopernya, lalu meletakkannya di dekat pintu keluar Lainnya

Diproteksi: [17th FF] MY WEDDING WITH YOU >>hari keenam-Swiss-4 (NC-21)

Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Konten berikut dilindungi dengan kata sandi. Untuk melihatnya silakan masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

uri flaming charisma ‘CHOI MINHO’ birthday today !

Tinggalkan komentar

SAENGIL CHUKAHAMNIDA

SAENGIL CHUKAHAMNIDA

SARANGHANEUN MINHO OPPA

SAENGIL CHUKAHAMNIDA

now coincides with the 9th of december 2010, uri flaming charisma CHOI MINHO birthday today !

hopefully in these happy days, you can be healthy always and continues to be ‘our flaming charisma’ for the shawol.

SARANGHAEYO ^^

Diproteksi: [12th FF] MY WEDDING WITH YOU >>hari keempat-2-Swiss-3 (NC-21)

Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Konten berikut dilindungi dengan kata sandi. Untuk melihatnya silakan masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

[11th FF]MY WEDDING WITH YOU >>hari keempat-1-Swiss-3 (PG-15)

12 Komentar

main cast             :  –      Choi Minho

–          Lee Minra

genre                    :  PG-15

MY WEDDING WITH YOU >>hari kelima-Swiss-3

“Aku ingin ke café itu..ayolah !”. Aku merengek pada Minho dengan sekuat tenaga. Hari ketiga di Swiss akhirnya kami bisa juga jalan-jalan menikmati kota Swiss. Dan sekarang kami akan pulang kembali ke hotel , namun café dengan cat merah marun itu dan bau kopinya benar-benar menggodaku.

“Ini sudah sore..dan hujan akan turun”. Minho menunjuk ke langit. Aku melihat ke arah langit. Iya juga sih..ini masih jam 4 sore, tapi langit sudah mulai gelap tertutup awan hitam, hujan akan turun.

“Tapi..ayolah..hanya sebentar”. Aku masih berusaha meyakinkannya. Minho mulai kesal sepertinya.

Dia melirik kearahku dengan alis mengangkat sebelah. Dan…apa yang dilakukannya selanjutnya ?

“Ya! Ya! Turunkan aku, bodoh !!! Ini jalan raya !! Turunkan aku”.

Dia menggendong paksa aku seperti kebiasaanya, dan sumpah ini memalukan!

Banyak orang yang melihat kearah kami sembari tertawa dan menunjuk-nunjuk, mirip penonton yang sedang melihat sirkus.

“Choi Minho..demi Tuhan..ku mohon turunkan aku ! Ini memalukan!!”.

Entah Minho tuli sungguhan atau pura-pura tuli, dia sama sekali tak menggubris teriakanku dan pukulan-pukulan kecil dipunggungnya. “YA !! TURUNKAN AKU!!!!”.

 

Jleegggeeeerrrrrrrrr *apaan tuh?* >>ceritanya petir

“Tuh..kalau kau tidak kupaksa pulang, kau akan tersambar petir”. Ujar Minho lalu duduk disofa. Aku masih cemberut dan mogok bicara, perlakuannya tadi masih belum bisa aku maafkan.

“Minra-ya kenapa kau diam saja?”. Minho mengacak-ngacak rambutku dan menarik majalah yang sedang ku baca. Aku memasang wajah galak kearahnya.

“Ku mohon jangan ganggu aku !”. Ujarku kesal lalu mengambil kembali majalah yang ada ditangannya.

Minho malah tersenyum melihat tingkahku.

“Maafkan aku..kalau kau tidak ku gendong tadi, kau pasti bakal terus merengek”.

Aku pura-pura tidak mendengarnya, seperti yang tadi dia lakukan padaku. *pundung*

“Minra-ya~ mianhae..ayolah..jangan marah”. Minho mengerlingkan mata kearahku. Aku masih tak meladeninya, tapi Minho terus membujukku. Hah~ berisik sekali dia itu.

“Minra-ya~ Minra-ya~ Lee Minra !”. Dia benar-benar gila >.<

Minho terus memanggil namaku berulang-ulang kali di depan telingaku !

Aku benar-benar akan tuli sepertinya.

“Minra..mianhae..ayolah bicara”.

Aku masih tak bergeming dengan posisi awalku, membaca majalah yang sebenarnya aku tak mengerti isinya, hehehe..aku membaca majalah berbahasa Swiss. *Pabo bener !*

Tiba-tiba…PLLAASSSHHHHH-

“Aaarrrrggghhhhhh!!!!”. Semua ruangan gelap tak bercahaya lagi, lampu padam !___________________

 

Aku berteriak histeris di dalam kegelapan. Aku sama sekali tak bisa melihat apa-apa.

“Minho!! Tolong..hiks..tolong aku”. Aku menangis, aku takut kegelapan, di tambah petir yang mulai muncul. Aku meraba-raba kesetiap sudut di sekelilingku, berusaha mencari sosok Minho yang tiba-tiba menghilang. Yang teraba hanya udara kosong, dimana Minho ?

“Minho..jangan bercanda..kau dimana?”. Suaraku melemah, keringat dingin mengucur di dahiku. Seketika udara menjadi panas, petir tak kunjung berhenti mengkilat. Ya Tuhan..gelap sekali.

“Minho! Kalau kau berniat dan akan mengagetkanku. Jangan harap kau besok hidup !”. Ancamku walau sebenarnya rasa takutku masih tetap ada. Sialan >< dimana si Minho.

“Aaaarrrggghhhh!!!”. Ada sebuah tangan yang hinggap di pundakku, dan itu pasti…

“Jagiya,jangan takut..ini aku”.Minho dengan sebuah lilin ditangannya hampir membuatku pingsan sesaat

“Minho!! Hiks..jahat!”. Aku memeluknya tiba-tiba, meluapkan rasa legaku karena dia sudah ada disampingku.

“Kenapa menangis? Kau takut? Maaf tadi aku mencari lilin dulu di dapur, dan hanya ada satu lilin”.

Aku memukul dadanya pelan.

“Ih..bodoh! Kenapa tidak bilang? Aku ketakutan”. Ujarku lalu memukulnya dada-nya lagi

“Mianhae”. Katanya pelan.

Aku melepas pelukanku dan duduk kembali disofa. Minho meletakkan lilinya di meja lalu ikut duduk disampingku. “Kau sudah tidak marah ?”. Tanyanya.

Aku terdiam sesaat lalu mengeleng pelan.

“Hahaha..bagus ! ha~ kenapa harus mati lampu sih, katanya hotel mahal, cih~”. Gumamnya lalu tidur dibahuku. “Biarkan aku tidur sebentar disini”.

Aku menarik nafas lalu menghembuskan perlahan, jantungku mulai bergemuruh. Dengan sedikit cahaya yang ditimbulkan oleh liin, menambah hentakan keras di jantungku, entahlah..keadaan seperti ini begitu romantic bagiku. >//<

Aku mengelus perlahan rambut Minho . “Kepalamu berat juga, hahaha”. Ujarku lalu terkekeh sendiri.

Tiba-tiba Minho bangkit lalu mencium pipiku. “Jangan menggodaku”.

Aku mengerutkan kening, “Menggodamu ? Siapa yang menggodamu? Dasar aneh !”.

“Kau tau..eomma kemarin menghubungiku, dia…”. Minho menggaruk kepalanya. Aku menunggu lanjutan kata-katanya. “Eomma ingin kita cepat memiliki anak”.

“MWO ? A-aku…”. Apa? Punya anak ? Aku belum siap lahir batin.

“Ara..ara..tapi..eomma sudah memaksa, ottokhe ?”. Aku menelan ludah gusar _________________

 

[10th FF] MY WEDDING WITH YOU >>hari ketiga-Swiss-2 (PG-18)

14 Komentar

main cast             :  –      Choi Minho

–          Lee Minra

genre                    :  PG-18

MY WEDDING WITH YOU >>hari keempat-Swiss-2

Hari kedua di Swiss, tidak ada hal penting yang kami lakukan. Kami sama sekali belum jalan-jalan menikmati Swiss yg sejuk.

“Hari ini kita didalam hotel lagi?”. Tanya Minho yang baru saja keluar dari kamar mandi. Aku yang baru selesai menyiapkan sarapan hanya mengangkat bahu. “Molla, terserah kau saja”.

Minho datang menghampiriku lalu duduk di meja makan.

“Aku punya ide”. Ujarnya lalu mencomot (?) ayam goreng.

“Apa?”. Tanyaku lalu duduk disebelahnya dan menatapnya.

“Kita main playstation saja,lalu … siapa yang kalah harus menuruti semua kemauan yang menang, bagaimana?”.  Minho mengangkat kedua alisnya lalu memakan ayamnya. Lainnya

[9th FF] MY WEDDING WITH YOU >>hari kedua-Swiss-1 (PG 16)

15 Komentar

main cast : -Choi Minho

– Lee Minra

Genre      : PG-16 skip (?)

MY WEDDING WITH YOU >>hari ketiga-1 >> Swiss-1

note : nama hotel dibawah ini murni hasil ngarang sang author , hahahahahahaha. jangan dipercaya !

Kami bangun pagi-pagi sekali hari ini. Tentu saja, hari ini perjalanan mengasyikan akan segera dimulai.

Perjalanan dari Korea ke Swiss butuh waktu dua jam lebih. Membosankan memang , tapi selama diatas pesawat, Minho selalu membuatku terpingkal karena tingkah konyolnya. Dan tak terasa pesawat sudah mendarat di bandara international Zürich, Swiss. Cuaca di Swiss sedang sejuk sekarang, beda dengan Korea yang panasnya minta ampun. Hah~ ini pertama kalinya aku ke Swiss, menyenangkan ^^

“Kita akan menginap dihotel mana ?”. Tanya Minho.

“Aku lupa..nama hotelnya sulit sekali, ru..ruch..ruch..apa gitu”.

Minho menatapku lalu menjitak kepalaku pelan, tapi menyakitkan hati.

“Pabo..Rüchbeühn hotel ? Itu kan hotel terkenal di Swiss, masa kau tidak tau”.

Aku melongos kesal, baru datang di Swiss saja sudah begini, gimana 4 hari 3 malam ?

“Ne..ne..tuan Choi Minho memang tau segalanya !”. Ucapku dengan jutek.

Setelah kami bertengkar kecil, kami pun pergi menuju hotel tujuan kami dengan menggunakan taksi. Selama perjalanan kami tak banyak bicara. Aku sibuk dengan pandangan indah di luar kaca taksi, sedangkan Minho sibuk dengan ponselnya.

“Silahkan.. hotel Rüchbeühn”. Ujar supir taksi dengan bahasa yang aku tidak mengerti. Minho mengalihkan pandangannya kearah luar taksi. “Kita sudah sampai”.

Minho membuka pintu taksi lalu mengeluarkan lembaran uang Swiss dan memeberinya pada supir itu.

Aku sendiri sedang melongok (?) takjub dengan bangunan hotel didepanku. Mewah~ dengan bangunan bergaya romawi kuno, namun agak sedikit modern dengan tiang-tiang penyangganya. Aku yang sedang menikmati pemandangan hotel ditarik Minho untuk masuk kedalam hotel. Di lobi hotelnya tak kalah menakjubkan. Waahhh~ *norak nih si Minra, malu-maluin Minho T.T*

“Ayo kita ke kamar, dilantai 8”. Ucap Minho lalu menuntunku sampai ke lift.

Saat sampai didepan kamar kami, aku jadi deg-degan. Ada apa denganku ?!

“Ya Tuhan ! Kamarnya besar sekali, ini terlalu mewah”. Aku harus berterima kasih pada eomma Minho . Hadiah honey moon yg sangat luar biasa.

“Eumm..sepertinya eomma ingin cepat memeiliki cucu, sampai sampai menyiapkan semuanya denga begitu baik”. Ujar Minho lalu menatapku penuh arti . *ah dasar si Minho yadong*

Aku mendelik padanya. “Awas kau macam-macam denganku”. Ujarku lalu memeberinya tinjuan kecil di lengan kanannya. Minho meringis sakit, Aku tau dia hanya pura-pura. Jadi aku tak menghiraukannya dan berjalan kearah jendela besar yg masih tertutup tirai, itu menyita perhatianku. Saat aku membuka tirainya, laut dengan pasir putih bersih terpampang dihadapanku. “Indah sekali..”. Aku membuka jendelanya lalu menutup mataku menikmati suara desiran ombak pantai. Tiba-tiba Minho memelukku dari belakang lalu mencium rambut belakangku. “Indah bukan?”. Ujarnya lalu mencium tengkuk leherku.

“Ya! Lepaskan! Mau apa kau ?”. Teriakku . Aku menggeliat agar Minho melepas pelukannya, tapi si Tuan Minho malah mempererat pelukannya dan semakin ganas mencium leherku.

“Ya! Ya! Minho-ya! Lepaskan~ kumohon”. Aku memukul lengannya yg melingkar diperutku.

“Diamlah..”. Ujar Minho lalu membalikkan badanku. Jadi sekarang kami saling berhadapan.

“Kenapa selalu menolakku?”. Tanyanya sembari menatap wajahku. Aku menunduk tak berani melihat matanya. Minho mengangkat daguku. “Lihat aku..kenapa?”. Aku tidak berani menjawab. Tiba-tiba mataku sedikit berair. Minho lalu memelukku, aku semakin terisak.

“Aku tau kau takut, maafkan aku”. Ujarnya lalu mengelus punggungku, menenangkan. Minho melepas pelukannya lalu menghapus butiran air mataku dengan ibu jarinya.

“Uljimma..maafkan aku”. Ucapnya pelan. Aku mengangguk tak kalah pelan.

“Jangan menangis lagi , aku tak suka itu”. Gumam Minho sembari meletakkan kedua tangannya dipipiku. Minho memajukan wajahnya perlahan kearah wajahku. Aku menutup kedua mataku. Cup~ bibir kami saling bertemu. Dan kali ini aku membalas ciumannya.

“Eumm..mmpphh”. Minho melumat habis bibirku dengan ganas. __________skip____________

Aku mulai kehabisan nafas, aku dorong tubuh Minho agar dapat udara. Tubuh Minho terjungkal sedikit kebelakang. “Kau ingin aku mati kehabisan udara?”. Ujarku lalu memegang bibirku.

Lagi-lagi si Tuan Minho hanya tersenyum evil dan menyeka air liur yg ada dibibirnya dengan gerakan seduktif dan tatapan menggoda. *mau….mau..sama jonghyun tapi, haha*

Aku mencibirnya lalu pergi kekamar mandi. Dan kalian tau? Si Tuan Minho tertawa keras karena berhasil menggodaku ! Sialan~ rasanya ingin ku lempar wajahnya dengan guci. Tapi tak mungkin kulakukan itu , karena aku mencintainya^^

[8th FF] MY WEDDING WITH YOU >>hari pertama-2 (PG-16)

22 Komentar

main cast : – Choi Minho

– Lee Minra

genre      : PG 16 (?)

MY WEDDING WITH YOU >> hari pertama-2


“Makanan sudah siap Choi Minho ~ “. Aku berteriak keras dari arah dapur, semoga saja dia bisa mendengar. Sembari menata makanan diatas meja, aku masih terpikir kejadian tadi. Ku sentuh leherku yg tadi dicium Minho, aaarrrrgggghhhhh…menjijikan ! *boong banget tuh !*

Aku berlari ke arah kamar mandi dan berkaca di wastafel.

“Ya ampun berbekas, ih~ benar-benar menjijikan”. Leherku sudah berbekas merah akibat aksi Minho tadi. Aduhhh aku jadi malu untuk keluar rumah >< *lebeh dah~*

“Hei~ kau tega melihat suami makan sendirian, kau ini sedang apa sih ? Makan !!”.

Lagi lagi berteriak ><, seperti orang tuli saja aku ini. __________(kalo udh ada tanda ini berarti ganti adegan ya , hehehe, arraseo ?!)

“Eummm..makananmu enak juga, padahal hanya sup ayam”. Komen Minho seraya menyuap sesendok nasi kemulutnya. *antara muji dan menghina*

“Aku ini memang hebat, makannya jangan meremehkanku”. Ucapku bangga ^^v

Minho hanya mengangguk tak merespon apa-apa. Aku hanya bis amengelus dada, sabar.

Selesai makan malam, kami menonton tivi di ruang tengah.

“Jangan nonton bola, pindahkan ! Aku ingin nonton drama!!”. Rujukku pada Minho yg berkuasa memegang remote. “Anio..ini lagi seru, tuh..ya..dikit lagi…ya…GOL!!!!”.  Teriak Minho keras, gendang telingaku hampir akan mendekati pecah. *ribet amat*

“Ya! Minho~ ganti chanelnya”. Ucapku memelas. Minho melirikku, sepertinya dia akan iba.

“Anio~”. #pplakk Ya Tuhan hidupku merana .

“Ya~ya~Minho~”. Aku menarik-narik lengannya pelan, berharap dia akan mengganti saluran tivinya.

“Sebentar lagi, sampai iklan, ok^^”. Hahahha..tepat disaat dia berkata itu, iklan parfume mucul mengganti pertandingan bola. Yes!! Hahahaiiii

Dengan wajah rada menyesal, dia mengganti saluran tivinya. “Hu~”. Minho menggertu.

Aku menatap tivi tanpa berkedip, Kibum yg jadi pemainnya, hehe, dia idolaku . *ngeksis tah s Ki bum*

“Ya ampun..gantengnya~”. Kagumku sembari meremas tangan Minho tanpa sadar.

“Hei, sakit bodoh!”. Ha-aku tersadar lalu melepas tanganku.

Saat adegan kissing, aku jadi rada risih menontonnya, masalahnya ada Minho di sebelahku. Dan Minho mulai melirikku. Aduh~ sial amat, mending nonton bola aja !

‘“Minra-ya~”. Dia mulai mendekat. AKu hanya diam, tidak bisa bergerak.

“Minra-ya~”. Semakin dekat. Aku hanya menutup mata, pasrah. *maunya!*

Cup~ Minho menautkan bibirnya di bibirku. Aku sama sekali tak merespon. Aku masih mengatupkan bibirku, terkunci rapat untuk Choi Minho.

“Eummhh~”. Minho sepertinya mengeluh. Aku membuka mataku perlahan. Dan aku menjauh , melpaskan ciuman kami. Tapi Minho menarik tanganku dan tepat didepan wajahnya, otomatis kami berciuman lagi . –skip- anda bayangkan sendiri selanjutnya . hoho :O ___________________________

“Mianhae..itu..bibirmu berdarah”. Uajr Minho menunjuk bibir bawahku.

“Ah~benarkah?”. Masih gugup, aku berlari kekamar mandi dan melihat sudut bibirku yg sedikit berdarah. Kya~ tadi leherku , sekarang bibirku !

Aku membasuh wajahku lalu membersihkan darah yg ada disudut bibir bawahku.

Tok..tok..tok.. “Lee Minra~ kau tidak apa-apa ?”.

Ku buka pintu kamar mandi. Minho terlihat bersalah. “Mianhae Minra-ya”.

“Euh..tak apa, sudahlah..besok kau harus perform , tidurlah”.

Ujarku lalu mendorong tubuh Minho ke kamar.

“Tapi..bibirmu…itu..”.

“Shuttt..aku baik-baik saja”.

“Maaf ya, aku tadi terlalu kasar”.

“Sudahlah..tidur..nanti kau telat”.

“Minra-ya~..mianhae”.

Aku hanya mengangguk lalu menyelimutinya. “tidurlah”. Ujarku pelan.

Aku juga tidur disampingnya, aku dan Minho tidur saling membelakangi, aku malu melihat wajahnya.

“Minra..”. Minho berbalik kearahku, tempat tidur kami berdecit.

Aku ikut membalikkan badan lalu menatapnya walau sedikit malu . *lebeh ge><*

“Eum..waeyo?”.

Minho menggeleng lalu membelai lembut rambutku. Aku menatapnya dan tersenyum . Tangan Minho mulai mengelus pipiku lalu turun kebawah, tepat disudut bibirku yg terluka. “Apa sakit ?”. Tanyanya seraya mengelus luka bibirku. Aku menggeleng.

“Aku terlalu memaksa ya?”. Aku menggeleng lagi.

“Hah~sudahlah..ayo kita tidur^^, good night, Saranghaeyo Lee Minra”.

“Nado saranghaeyo Choi Minho”. Balasku pelan lalu memeluknya dan memejamkan mata.

Bagaimana ya ceritaku besok ?

*hueeee gaje kah ? hhehehehe*

[7th FF] MY WEDDING WITH YOU >> hari pertama-1 ( PG 15 )

17 Komentar

Main cast : – Choi Minho

– Lee Minra

Genre       : Romance (PG 15)

MY WEDDING WITH YOU >> hari pertama-1

 

Annyeong Lee Minra imnida, 21 tahun, sudah menikah, dan nama suamiku itu adalah Choi Minho. Seorang artis papan atas di Korea, yang kata orang punya karismatik yg besar. Tapi…meurutku, dia biasa-biasa saja, mungkin karena aku sudah mengenalnya luar dalam ^^ mungkin ?!

Kami baru saja menikah dua bulan yg lalu. Jadi kami ini pasangan yg masih seumur toge (?). Hah~ aku ingin berbagi cerita, awal saat kami menjadi pasangan suami istri. Saat itu kami sedang tak akur…

@rumah minho-minra >>> malam

“Ya! Tak usah dekat-dekat denganku, husss…menjauh!”. Aku mengibaskan tanganku agar Minho menjauh. Kami baru saja pulang dari acara resepsi pernikahan kami.

“Kau ini kenapa sih..kita baru saja menikah, jangan membuat perkara”. Minho mulai duduk kembali disampingku. Dia makin mendekat kearahku, menggodaku dengan senyum yg katanya bisa bikin pingsan yeoja-yeoja. “ Kau cantik hari ini..eum..ganti gaunmu”. Lainnya

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai